Minggu, 14 Maret 2010

Potential Development Week :D

Okey, berdasarkan permintaan dosen saya, maka saya pun melakukan pengembangkan potensi. Tentu saja dengan intensitas yang lebih tinggi dari biasanya ^^

Sebetulnya ada minat lain yang lebih saya sukai, akan tetapi karena saya kesulitan mencari pakar, maka saya melakukan kegiatan pengembangan potensi ini di bidang yang sukai hanya sebagai hobi saja, yaitu gitar.. Ha ha :D

Untuk teori-teori secara tertulis mungkin saya tidak pelajari kembali karena sudah saya pelajari pada saat saya duduk di bangku SMA, jadi saya hanya jamming dan mendapatkan taste nya(Lebay). :p












I Not Stupid - Review & Nilai Positif

Secara general ya :)

Film I Not Stupid bercerita seputar tiga murid sekolah EM3 academic stream. Ketiga anak ini tumbuh dari background yang berbeda-beda. Mereka sering menjadi bahan ejekan oleh teman-temannya karena termasuk dalam golongan "Si bodoh" yang berakhir pada aksi perkelahian.

Pada saat mereka mengahadapi masalah yang berlarut-larut, seorang guru baru di sekolah tersebut menginspirasi mereka untuk berjuang mengembangkan potensi-potensi mereka yang terpendam di bidang akademis maupun non-akademis.

Akhirnya, mereka memetik sebuah kesuksesan yang manis setelah menghadapi segala rintangan yang menghadang mereka demi mengembangkan potensi mereka.

Nilai positif :

Telah menjadi budaya bahwa: Tidak pandai di sekolah = kurang pandai (baca: bodoh :p ).
Ini adalah mindset yang kurang tepat. Karena jika kita telusuri ke belakang, pendidikan akademis memang telah menjadi sebuah garansi bahwa; Berhasil di sekolah -> pandai -> kaya. Padahal sangat banyak tokoh-tokoh yang akan diingat namanya sepanjang masa dari hasil karyanya di bidang non-akademis. Seperti picasso, van gogh, michael jackson, tom hanks, dan lainnya.

Kaya secara finansial juga sebetulnya masih sangat-sangat kurang. Karena kebahagian yang sesungguhnya tidak selalu dari harta, tetapi dari pencapaian kita selama hidup, sebuah keluarga yang bahagia, sejauh apa kita merubah dunia ke arah yang lebih baik. Di sinilah peran orang tua untuk mendidik anaknya tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga dari sisi sosialnya. Perhatian dari orang tua terhadap anaknya merupakan sesuatu yang jauh lebih baik dibandingkan hanya memberikan kepuasan finansial semata.

Saya pernah membaca sebuah kata mutiara:
kesuksesan yang sesungguhnya tidak diukur dari kekayaan maupun pendidikan formalnya saja, akan tetapi dari kebahagian anda melakukan suatu pekerjaan, karena disitulah anda mengerahkan kemampuan anda yang terbaik. ^^

Tentang Pencemaran Nama Baik ^^

Apa sih pencemaran nama baik itu?

Menurut saya pencemaran baik itu adalah suatu fitnah yang disebarluaskan ke publik dengan tujuan untuk merusak reputasi, persona, dan karisma. Sungguh perbuatan yang memalukan dan sangat merugikan.

Sering sekali hal ini terjadi d sekitar kita, dan anehnya fitnah yang demikian seringkali cukup sulit dibuktikan kebenarannya.

Link di bawah ini adalah contoh dari pencemaran nama baik..
http://www.youtube.com/watch?v=qW8W76R__NU

Jika sudah di klik, maka anda pasti melihat banyak komentar-komentar yang berlawanan dengan pernyataan atau judul dari video tersebut. Nah, dari bukti-bukti yang cukup jelas maka kita dapat mnyimpulkan bahwa video tersebut adalah contoh dari perbuatan pencemaran nama baik.

Jika kita mendapatkan kerugian secara langsung dari seseorang, alangkah baiknya apabila kita mengevaluasi diri dan mengadakan konflik yang lebih berani dengan cara memberikan feedback.

Nb:
"There are exeption for everything". Untuk hal ini adalah perlunya 'sedikit' perbuatan pencemaran tersebut apabila feedback sudah tidak didengarkan dan orang tersebut merupakan diktator yang merugikan banyak orang yang notabene nama baik tersebut merupakan 'imej' yang dibuat-buat, yang semua orang telah mengetahui keburukan dan kediktatoran orang tersebut yang disembunyi-sembunyikan (You know who ) ;)

"Fortune favors the bold''

Sabtu, 06 Maret 2010

Mahatma Gandhi - Renungan

Mahatma Gandhi. Sungguh seorang figur yang luar biasa. Pemimpin spiritual dan politikus India. Seorang aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.

Sungguh luar biasa hikmah yana dapat kita petik dari riwayat hidup seorang Gandhi. Dimana kekerasan dilawan dengan kedamaian, ketidakadilan dibalas dengan keadilan. Ini sangat berlawanan dengan sikap - sikap manusia pada umumnya. Gandhi telah merasakan kekerasan dan diskriminasi yang luar biasa hanya karena dirinya berasal dari India. Tapi hal tersebut malah memotivasinya untuk bersikap lebih adil dan bijaksana terhadap semua orang. Tentu dunia ini akan menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman apabila kita juga bersikap demikian. Seorang Mahatma Gandhi saja mampu meningkatkan rasa aman yang signifikan dengan sikapnya, bayangkan apa yang terjadi apabila kita semua bersikap bijak seperti beliau.

"We must be the change we wish to see in the world"



Heal the World - MJ
---------------------

There's A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You'll Find There's No Need
To Cry
In This Place You'll Feel
There's No Hurt Or Sorrow

Cuz There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Minggu, 28 Februari 2010

Kisah Perangkap Tikus

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...." Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri terkena gigitan ular tersebut. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)

Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.




“Don’t Be Ignorance!”


Dari cerita tersebut saya mendapatkan hal yang sangat menarik. Yaitu; rasa ketidakpedulian terhadap sesama dan terlalu berpusat kepada diri sendiri.
Meskipun cerita tersebut digambarkan dan diperankan oleh hewan, sikap-sikap seperti itu sesungguhnya ada di dalam diri kita sendiri. Sikap apatis, egois, oportunis, hilangnya sikap tenggang rasa adalah sifat-sifat yang semakin sering kita temui sebagai masyarakat modern. Kita seringkali berpikir dua kali atau bahkan menolak untuk membantu orang lain terlebih lagi orang yang akan kita bantu tersebut tidak memberikan keuntungan secara langsung terhadap kita.

Meskipun disebutkan pada bahasa dan agama yang berbeda-beda, saya percaya bahwa substansinya tetap sama, yaitu; Tuhan telah memerintahkan kita semua untuk saling menolong sesama insan. Agar kita semakin tertarik untuk mengikuti perintah-Nya, lalu Ia mengatakan bahwa kita akan mendapat pahala apabila kita menolong dan membantu sesama. Alangkah pemurahnya Tuhan, karena selain mendapat pahala sesungguhnya kita juga mendapat keuntungan secara langsung maupun tidak langsung dari sikap menolong tersebut.

Oleh karena itu kita harus mulai peduli terhadap sesama, saling menolong tanpa harus terlalu selektif. Jika tidak mulai dari diri kita sendiri, harus mulai dari siapa lagi?... ;)

Ini adalah posting perdana saya, mohon kritik dan saran agar posting berikutnya would be better :)